Makin Panas Ketiga Paslon Saling Sindir diluar Arena Debat
Seputaranahok.blogspot.com - Sama-sama sindir di acara debat ke-2 beberapa Cagub-Cawagub DKI, rupanya belum selesai.
Pasangan Calon Nomer 1 Agus Yudhoyono- Sylviana Murni, Nomer 2 Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat serta nomer 3 Anies Baswedan- Sandiaga Uno, kembali sama-sama sindir diluar arena debat.
1. Ahok ngotot Kemendikbud masa Anies peringkat buncit
Ahok menyindir Kemendikbud di masa Anies yaitu urutan ke-22 dari 22 kementerian dengan kata lain paling buncit. Anies membela diri. Menurut dia itu dahulu peringkat Kemendikbud sebelumnya dia pimpin. Waktu kepemimpinannya, Kemendikbud tempati urutan kesembilan dari 22 kementerian.
Tetapi Ahok tetaplah bersikeras data yang dipunyainya waktu debat valid. Dia menyebutkan memanglah waktu itu Kemendikbud ada di urutan buncit.
" Bener. Itu ada datanya kok. Survey th. 2015, " kata Ahok, Minggu (29/1).
Waktu Anies Baswedan jadi menteri? " Iya, th. 2015! " tegas Ahok.
2. Ahok jawab jempol ke bawah Sylviana
Sylviana Murni mengacungkan jempol ke bawah waktu Ahok menyebutnya tidak memahami UU Keuangan. Ahok juga menjawab masalah ini.
" Saya sangka dia ingin jempol ke bawah atau apa terserah. Warga yang putusin, " tuturnya di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/1).
Ahok menyatakan semuanya yang di sampaikan yaitu data serta kenyataan. Termasuk juga tentang ada PNS DKI yang terasa senior serta tidak mau pelajari pergantian dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).
" Yang utama yang saya berikan fakta. Saat saya masuk ke pemerintah tidak semuanya PNS yang senior ingin belajar lagi. Sesudah pasca reformasi, kita tidak dapat mengklaim 30 th. jadi PNS. Kan ada ketentuan baru kok. Dahulu bukanlah berbasiskan kemampuan, " tutupnya.
3. Anies ingin pulangkan Ahok
Calon Gubernur DKI Jakarta nomer urut tiga Anies Baswedan mengajak warga untuk keduanya sama menyelamatkan Jakarta dari kepemimpinan Pemprov DKI sekarang ini. Terlebih, kata Anies, sekarang ini nilai rapor kemampuan Pemprov DKI Jakarta merah.
" Bila rapornya merah diluluskan apa tidak? Tidak usah turut lagi. Namun bila maksa ingin turut, ya sangat terpaksa kita hentikan, " tuturnya di Inn Sofyan Hotel, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1).
Dia menyampaikan dia serta cawagub, Sandiaga Uno, tidak menginginkan menantang pasangan calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok- Djarot Saiful Hidayat. Dia cuma menginginkan hentikan petahana.
" Dengan rapor merah itu kita ubah saja. Jadi beliau (petahana) kita sediakan untuk kembali pada kampung halaman, serta Jakarta dibebaskan dari kotak-kotak, " tutup Anies.
4. Agus sindir pemimpin yang curigai serta takut-takuti warga
Agus mengakui prihatin lihat demikian besarnya kesenjangan ekonomi yang berlangsung di Jakarta. " Semestinya dengan APBD yang demikian besar, warganya mesti makmur. Namun barokah apa yang dirasa umat terlebih rakyat kecil? Kesenjangan ekonomi cukup lebar. Jakarta tidak dapat disebutkan sejahtera bila umat tak sejahtera, " tuturnya.
Untuk mensejahterakan warga Jakarta, Agus berjanji bakal memberi pertolongan segera tunai pada warga kurang dapat, semasing Rp 5 juta.
Agus juga berjanji bakal memberi pertolongan dana bergulir sebesar Rp 50 juta untuk satu unit usaha. Dengan langkah tersebut, dia menginginkan kurangi jumlah pengangguran yang ada di Jakarta.
" Kami juga menginginkan memberdayakan komune atau orang-orang. Sampai kini warga Jakarta terasa tidak diberdayakan. Mereka jadi terasa dicurigai oleh pemimpinnya. Ini tidak bisa berlangsung lagi. Warga mesti diberdayakan serta dihargai, bukanlah ditakut-takuti, " kata Agus.

No comments